Wednesday, May 25, 2011

pikir dua kali untuk bilang ENVY

Hi! I've stopped to write bout myself and my life story in this blog since my life isn't interesting anymore. There's no love in my life right now, that's why I feel my life is soooo FLAT. I've no somebody that I like, I'm too afraid to start something, because I wonder if I can stop those things or not.

Oke, sekarang gue gak bakal bahas betapa flatnya hidup gue saat ini. Hal yang mau gue bahas adalah soal gimana gue bisa deket sama Cakka. Mungkin orang bakal bilang ini itu anu karena gue ngefans sama anak kecil (walaupun sekarang dia udah gede).

Gue anak pertama dari dua bersaudara, adek gue cewek. Dari dulu, gue selalu sirik sama orang yang punya saudara cowok. Entah itu kakak ataupun adek.
Sampai pada akhirnya, gue ngeliat tayangan audisi Idola Cilik 2 di TV, waktu itu tanggal 14 November 2008. Gue yang emang kebelet pengen punya saudara cowok langsung kepincut ngeliat Cakka, udah lucu, jago gitar pula.
Gue langsung calling-callingan sama temen gue yang namanya Alikha Novira. Terus dia ngusulin untuk buat fansite-nya Cakka. Singkat cerita, gue bikin besoknya,15 November 2008, yang seterusnya menjadi anniversary komunitas ini

Gue bikin pake id 'The Leads', id ini gue share sama Likha. Kita mulai semuanya dari awal, promo dan cari member ke sana ke mari. Kita handle semuanya berdua.
Berusaha menghubungi Cakka lewat friendster, youtube, blogger dan semua account yang berhubungan dengan dia, termasuk account kakaknya, Elang.

Gak sampe seminggu, akhirnya Cakka join ke fansite yang gue bikin. Seinget gue tanggal 20 November 2008. Gak lama setelah ini, gue ketemu fansite lain yang dibuat sama Gege Danish dengan member yang jauh lebih banyak. Pesimis sih soal perkembangan fansite yang gue bikin, tapi ...
Singkat cerita (lagi), fansite gue lebih diminati, entah apa daya tariknya :p

Sibuknya gue dimulai dari Cakka di 42 besar. Seminggu sebelom perform, gue dapet songlist dari sang Ayah. Guna mencari simpati dari fans, gue semampunya nyebarin songlist Cakka ke nomor-nomor yang gue tau. Begitu terus setiap minggunya, sampai perjuangan Cakka berakhir.

Menyebarkan info di jaman itu gak gampang. Facebook dan Twitter belom ngehits kayak sekarang. Gue harus telaten ngesms-in para pendukungnya satu persatu. Mengkomando kapan serbuan bom sms vote akan dilaksanakan, menjawab sms dan telfon dari pendukung yang kadang bikin gue emosi. Mereka pengen tau mendetail dan minta dilayani terus-terusan, sedangkan jempol gue cuma DUA dan jumlah mereka gak sedikit! Pulsa juga tekor, namanya kantong anak sekolahan. Tapi semuanya terus gue lakuin sampe saatnya Cakka keluar dari ajang itu.
Meminta dukungan ke siapapun yang kirim testi ke friendsternya Cakka. Tiap minggu!
Disela-sela sekolah gue harus sebar sms + ngebales sms, buka fansite, dan segala macemnya. Gak gampang. Dalem seminggu dapet ratusan sms, sampai akhirnya hp gue waktu itu (nokia 5300) jebol. Rusak dan mati total gak bisa diapa-apain.

Gue memulai semuanya dari nol. Tanpa tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Gue memulai semuanya tanpa harapan bisa sedeket sekarang sama dia.

Sampai saat ini, Cakka masih aktif walaupun cuma M&G sama fans-fansnya. Berusaha memenuhi keinginan fans untuk ketemu sama dia. Ketar-ketir takut dana gak cukup, takut peserta gak puas, dan ngebales pertanyaan-pertanyaan yang tetap masuk ke hp gue sampai saat ini.

Banyak yang sirik sama kita para Crew. Katanya jadi kita enak. Mungkin saat ini kita terlihat enak, tapi dulu? Para Crew yang saat ini ada di samping dia punya effort untuk ngedapetin apa yang kita dapetin sekarang, dengan cara dan bidangnya masing-masing.

Gue yang cewek kecil unyil mungil gini juga gak santai-santai aja kalo ada event. Gue juga ngangkat-ngangkat sofa cafe bareng yang cowok. Ngegotong meja dari sana ke sini karena susunan yang kurang pas. BT-BTan sama orang cafe karena lunch buat peserta yang gak tepat waktu selesainya. Keringetan ngerjain hal-hal yang belom selesai di venue. Nahan hati ngeliat muka peserta yang agak bete, entah kurang puas atau apa. Berusaha jadi bodyguard versi mini biar Cakka ga ditarik-tarik sampe kaki keinjek-injek. Dimaki-maki sama orang yang 'tau' gue tapi gak kenal siapa gue yang sebenernya.

Tapi di luar itu semua, di luar segala keribetan yang pernah gue lakuin, gue seneng!
Finally, gue berasa punya adek. Makanya setiap ada yang nanya gue CL apa bukan, gue bakal selalu bilang, 'aku Crew'. Gue di sini gue gak mengidolakan dia. Semua berawal dari rasa kagum dan pengen punya adek kayak dia.

Gue juga punya banyak kakak cowok di sini. Semuanya udah kayak saudara, kadang gue juga harus nginep bareng mereka dan gak jarang gue cewek sendirian. Berantem sama pacar (dulu jaman masih punya pacar) karena gak suka sama kerjaan gue. Tapi ya gimana? Emang semestinya gue begitu.

Menyatukan dan kerja bareng-bareng sama team yang terdiri dari macem-macem karakter juga gak gampang. Gak bisa dipungkiri kalau kita juga pernah ribut-ribut kecil dan 'selek'. Ada yang blak-blakan, ada yang keras, ada yang ngekor aja, ada yang cari aman, tapi sekali lagi, kita team yang udah kayak saudara. Gak lama juga baik sendiri :)

Gue yang dulunya terkenal sebagai anak mami dan emosian, mulai berusaha berubah pelan-pelan.
Gue yang mulai terbiasa ngadepin macem-macem orang udah mulai bisa kontrol emosi sama lawan bicara. Gue yang anak mami juga pernah ngerasain naik kereta bisnis, naik bis, naik ojek. Haha.
Pernah kayak orang linglung di supermaket nyari bahan masakan untuk anak-anak yang lagi nginep bareng.
5 hari bareng-bareng sama team (Jakarta - Surabaya - Jogja - Jakarta).

Intinya, walaupun gue gak bisa dengan gampang ngedapetin apa yang gue rasain sekarang, bukan berarti itu gak mungkin.
All these things that we've got are not because of LUCKY, it is because of big and hard EFFORT.
so stop saying ENVY about that :)

updated on July 1st : 2.49pm

Wednesday, May 18, 2011

kutipan MMJ

orang yang jatuh cinta diam-diam tahu dengan detail semua informasi orang yang dia taksir, walaupun mereka belum pernah ketemu
orang yang jatuh cinta diam-diam memenuhi catatannya dengan perasaan hati yang tidak tersampaikan
orang yang jatuh cinta diam-diam selalu bertingkah seperti seorang penguntit

orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya selalu melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu
orang yang jatuh cinta diam-diam harus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan

pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan.. mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh
orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima

orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan.. terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang sesungguhnya tidak kita butuhkan dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan

orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa seperti yang yang mereka lakukan selalu lakukan, jatuh cinta sendirian